Showing posts with label Timbangan Statik. Show all posts
Showing posts with label Timbangan Statik. Show all posts

Thursday, January 12, 2012

Timbangan Statik

Timbangan merupakan alat ukur yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Walau sudah terhitung uzur, namun timbangan tidak sampai tergerus zaman, bahkan mampu mengikuti teknologi yang diciptakan manusia.Bermula dari murni teknologi mekanik, hingga dewasa ini sudah mengadopsi gabungan mekanik dan elektronik.
Dimasa kini, sistem yang dianut pun mulai menuju pada teknologi digital, ditandai dengan beberapa pabrikan yang sudah memproduksi sensor digital, disamping sensor analog yang sudah ada.
Bila di runut secara deail, Timbangan bukanlah hanya timbangan. Timbangan memiliki fleksibilitas dalam arti mampu menyesuaikan kebutuhan, dan teknologi yang sedang berkembang.
Pada dasarnya, Timbangan tersusun dalam beberapa bagian, diantaranya:



  • Pada beberapa kondisi dengan pemakaian multi sensor, ditambahkan Junction Box


Dengan berbagai kombinasi, terciptalah timbangan dengan berbagai kemampuan (kapasitas) menimbang.   Untuk kapasitas kecil, dibutuhkan akurasi yang sangat teliti. Kebanyakan digunakan untuk formulasi industri obat dan makanan. Maka munculah Laboratory Scale dan Balance Scale, dari kapasitas mulai 1 Gram sampai 500 Gram dengan daya baca minimum hingga 0.001 Gram.

Pada pemakaian yang ringan dan portabel, tersedia Bench Scale. Menggunakan satu sensor / Load Cell, dan ukuran yang cukup terbatas biasanya 300mm X 400mm sampai dengan 500mm X 600mm memiliki kemampuan menimbang 60Kg sampai 500Kg dengan daya baca hingga 0.02Kg.

Untuk kebutuhan menimbang kapasitas menengah, tersedia berbagai model Timbangan Lantai atau Floor Scale. Mampu menimbang sampai 3000Kg dengan daya baca hingga 0.5Kg. Dikarenakan pemakaian yang cukup besar, maka ukuran pun menyesuaikan dan biasanya 1200mm X 1200mm tersusun dari komposisi plat kembang / bordes dengan rangka besi Kanal / UNP. Tumpuan yang dipakai berjumlah 4 Load Cell, dan disatukan pada Junction Box sebelum akhirnya pembacaan berat dikirim untuk ditampilhan oleh Indikator.

Mengikuti kebutuhan industri, tercipta pulalah Crane Scale atau Timbangan Gantung. Dengan mengadopsi sistem crane/gantung, dihasilkan desain yang kompak sehinggan efektif pemakaian tempat. Dipasaran banyak tersedia dengan kapasitas menengah 1000Kg sampai 3000Kg.

Dari beberapa macam timbangan diatas, semua memakai single / satu Load Cell kecuali Floor Scale yang sudah menerapkan Multi Load Cell. Berkembang dari itulah muncul berbagai kombinasi menyesuaikan kebutuhan industri berupa Hopper Scale, Truck Scale / Jembatan Timbang, Batching Scale, Bagging Scale, dan lain-lain.

Hopper Scale biasanya memakai Load cell dengan kapasitas besar antara 30 Ton sampai 100 Ton menyesuaikan kapasitas muatan hopper, dengan jumlah Load Cell menyesuaikan jumlah kaki / support hopper itu sendiri. Untuk kebutuhan akurasi yang cermat, dipakai 3 atau 4 Load Cell (tergantung jumlah support / kaki). Tetapi masih memungkinkan memakai 1 Load Cell jika memang pamakaian tidak memerlukan akurasi tinggi, dengan dibantu Dummy.

Untuk jenis Jembatan Timbang / Truck Scale, dipasaran tersedia pula berbagai ukuran dan kapasitas mengikuti kebutuhan industri. Jembatan Timbang dengan kapasitas kecil biasanya berukuran 3 meter X 6 meter  terdiri atas 4 tumpuan atau Load Cell,dengan kapasitas timbangan 20 hingga 30 Ton. Pada pemakaian menengah sampai 60 Ton, menggunakan ukuran 3 meter X 9 meter atau 3 meter X 12 meter. Dengan menggunakan Load Cell 6 unit untuk 6 tumpuan.
Penggunaan untuk industri berat / Heavy Industri, biasanya memiliki panjang 16 hingga 18 meter, dengan lebar tetap 3 meter memiliki titik tumpu berjumlah 8 Load Cell.
Konstruksi yang dipakai kebanyakan dari besi / steel, walaupun dibeberapa produsen ada juga yang memanfaatkan beton / concrete.

Batching Scale dipakai pada Batching Plant yang memerlukan formulasi dari kombinasi material untuk pembuatan Beton / Concrete. Batching Scale ada yang memakai sistem manual dan ada pula yang memakai sistem otomatis. Formulasi selalu lebih dari satu timbangan, tergantung pada berapa macam material yang dipakai. Biasanya berjumlah minimal 3 kombinasi material, yang masing-masing jumlahnya ditentukan melalui timbangan. 

Timbangan Packing atau Bagging Scale hampir mirip dengan Batching Scale, hanya berbeda pada pemakaian material yang sejenis, sehingga kebanyakan memakai 1 timbangan. Tetapi pada kondisi yang memerlukan pencampuran material, bisa dipakai multi timbangan dengan sistem mixing. Bagging Scal juga menggunakan timbangan yang bisa mengatur kapan material keluar dan kapan harus berhenti. Dengan sendirinya Batching Scale dan Bagging Scale menggunakan Indikator sejenis yang memiliki fitur SetPoint.

Semua timbangan tersebut dipakai instansi maupun perorangan untuk transaksi antar pihak, dan karenanya musti ada legislator yang mengatur keabsahannya. Disinilah peran Disperindag melalui Direktorat Metrologi mengatur dan melayani sertifikasi timbangan. Semua timbangan baru wajib di Tera dan semua timbangan yang telah terpasang wajib di Tera Ulang minimal setahun sekali.





SYSTEM TIMBANGAN DENGAN TARGET (SETPOINT)

AUTOMASI
Automation / Otomatisasi juga bisa diterapkan pada timbangan. Sudah menjadi standar bagi industri yang menerapkan takaran / timbangan dalam setiap proses produksi,menggunakan metode automation/otomatisasi  . Pada industri Batching Plant, industri Packing/Bagging, dan juga industri Mixing semua menggunakan timbangan yang mempunyai fitur mampu mengeluarkan respon sesuai dengan target yang di setting. Dewasa ini, automation dalam sebuah plant besar (Big Plant) dilakukan dengan PLC/DCS. Dengan kapasitas dan ekplorasi yang tak terbatas, PLC/DCS mampu menjalankan semua tugas-tugas pengelolaan dalam sebuah plant. Namun, bukanlah tidak mungkin controller/indicator sebuah timbangan mampu menggantikan fungsi PLC tersebut, selagi tidak terlalu rumit dan khusus pada scope timbangan saja. Misalnya pada sebuah Batcing Plant berkapasitas sedang, akan tidak ekonomis jika diterapkan PLC pada semua kontrolnya. Karena dengan otomasi yang bisa dilakukan oleh timbangan, tidak terlalu perlu lagi digunakan PLC.

HUMAN ERROR
Tidaklah dipungkiri, semua kebutuhan industri bisa dijalankan melalui operator tanpa adanya otomasi , termasuk pada timbangan. Namun, kemungkinan human error sangatlah besar bahkan mampu mempengaruhi kualitas produk finish yang nantinya dilempar kepasar. Kebutuhan industri adalah dihasilkannya produk siap pakai dengan standar mutu yang pasti dan akurat. Dengan otomasi di timbangan, akan didapat standar penyimpangan/deviasi yang stabil yang seyogyanya tidak berpengaruh pada standar mutu yang diterapkan. Bayangkan, pada proses produksi yang hanya mengandalkan operator/manual. Produk yang dihasilkan cenderung fluktuatif pada takaran, yang jika diakumulasi akan berpengaruh pada kerugian bahan baku, disamping output produk yang tidak standar.

SCALE BASED TARGET
Indikator/controller timbangan telah bereolusi mengikuti kemajuan teknologi, dengan diciptakannya timbangan yang mengakomodir otomasi. Setpoint adalah fitur wajib bagi timbangan tersebut. Dengan adanya setpoint, human error bisa diminimalisir sehingga terciptalah produk output yang standar. Dilevel basic, ada indikator/controller timangan yang hanya memiliki 2 setpoint, sampai pada level rumit, yang memiliki 100 setpoint dengan full customisasi termasuk pada program yang dijalankan, bisa direkayasa sesuai yang kita mau.
920i kompleks indicator  hingga 100 setpoint
120i simple indicator  2 setpoint