TIMBANGAN STATIK


Timbangan merupakan alat ukur yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Walau sudah terhitung uzur, namun timbangan tidak sampai tergerus zaman, bahkan mampu mengikuti teknologi yang diciptakan manusia.Bermula dari murni teknologi mekanik, hingga dewasa ini sudah mengadopsi gabungan mekanik dan elektronik.
Dimasa kini, sistem yang dianut pun mulai menuju pada teknologi digital, ditandai dengan beberapa pabrikan yang sudah memproduksi sensor digital, disamping sensor analog yang sudah ada.
Bila di runut secara deail, Timbangan bukanlah hanya timbangan. Timbangan memiliki fleksibilitas dalam arti mampu menyesuaikan kebutuhan, dan teknologi yang sedang berkembang.
Pada dasarnya, Timbangan tersusun dalam beberapa bagian, diantaranya:

  • Sensor pemindai beban (Load Cell) 

  • Monitor penunjuk angka (Indikator)

  • Pada beberapa kondisi dengan pemakaian multi sensor, ditambahkan Junction Box


Dengan berbagai kombinasi, terciptalah timbangan dengan berbagai kemampuan (kapasitas) menimbang.   Untuk kapasitas kecil, dibutuhkan akurasi yang sangat teliti. Kebanyakan digunakan untuk formulasi industri obat dan makanan. Maka munculah Laboratory Scale dan Balance Scale, dari kapasitas mulai 1 Gram sampai 500 Gram dengan daya baca minimum hingga 0.001 Gram.

Pada pemakaian yang ringan dan portabel, tersedia Bench Scale. Menggunakan satu sensor / Load Cell, dan ukuran yang cukup terbatas biasanya 300mm X 400mm sampai dengan 500mm X 600mm memiliki kemampuan menimbang 60Kg sampai 500Kg dengan daya baca hingga 0.02Kg.

Untuk kebutuhan menimbang kapasitas menengah, tersedia berbagai model Timbangan Lantai atau Floor Scale. Mampu menimbang sampai 3000Kg dengan daya baca hingga 0.5Kg. Dikarenakan pemakaian yang cukup besar, maka ukuran pun menyesuaikan dan biasanya 1200mm X 1200mm tersusun dari komposisi plat kembang / bordes dengan rangka besi Kanal / UNP. Tumpuan yang dipakai berjumlah 4 Load Cell, dan disatukan pada Junction Box sebelum akhirnya pembacaan berat dikirim untuk ditampilhan oleh Indikator.

Mengikuti kebutuhan industri, tercipta pulalah Crane Scale atau Timbangan Gantung. Dengan mengadopsi sistem crane/gantung, dihasilkan desain yang kompak sehinggan efektif pemakaian tempat. Dipasaran banyak tersedia dengan kapasitas menengah 1000Kg sampai 3000Kg.

Dari beberapa macam timbangan diatas, semua memakai single / satu Load Cell kecuali Floor Scale yang sudah menerapkan Multi Load Cell. Berkembang dari itulah muncul berbagai kombinasi menyesuaikan kebutuhan industri berupa Hopper Scale, Truck Scale / Jembatan Timbang, Batching Scale, Bagging Scale, dan lain-lain.

Hopper Scale biasanya memakai Load cell dengan kapasitas besar antara 30 Ton sampai 100 Ton menyesuaikan kapasitas muatan hopper, dengan jumlah Load Cell menyesuaikan jumlah kaki / support hopper itu sendiri. Untuk kebutuhan akurasi yang cermat, dipakai 3 atau 4 Load Cell (tergantung jumlah support / kaki). Tetapi masih memungkinkan memakai 1 Load Cell jika memang pamakaian tidak memerlukan akurasi tinggi, dengan dibantu Dummy.

Untuk jenis Jembatan Timbang / Truck Scale, dipasaran tersedia pula berbagai ukuran dan kapasitas mengikuti kebutuhan industri. Jembatan Timbang dengan kapasitas kecil biasanya berukuran 3 meter X 6 meter  terdiri atas 4 tumpuan atau Load Cell,dengan kapasitas timbangan 20 hingga 30 Ton. Pada pemakaian menengah sampai 60 Ton, menggunakan ukuran 3 meter X 9 meter atau 3 meter X 12 meter. Dengan menggunakan Load Cell 6 unit untuk 6 tumpuan.
Penggunaan untuk industri berat / Heavy Industri, biasanya memiliki panjang 16 hingga 18 meter, dengan lebar tetap 3 meter memiliki titik tumpu berjumlah 8 Load Cell.
Konstruksi yang dipakai kebanyakan dari besi / steel, walaupun dibeberapa produsen ada juga yang memanfaatkan beton / concrete.

Batching Scale dipakai pada Batching Plant yang memerlukan formulasi dari kombinasi material untuk pembuatan Beton / Concrete. Batching Scale ada yang memakai sistem manual dan ada pula yang memakai sistem otomatis. Formulasi selalu lebih dari satu timbangan, tergantung pada berapa macam material yang dipakai. Biasanya berjumlah minimal 3 kombinasi material, yang masing-masing jumlahnya ditentukan melalui timbangan. 

Timbangan Packing atau Bagging Scale hampir mirip dengan Batching Scale, hanya berbeda pada pemakaian material yang sejenis, sehingga kebanyakan memakai 1 timbangan. Tetapi pada kondisi yang memerlukan pencampuran material, bisa dipakai multi timbangan dengan sistem mixing. Bagging Scal juga menggunakan timbangan yang bisa mengatur kapan material keluar dan kapan harus berhenti. Dengan sendirinya Batching Scale dan Bagging Scale menggunakan Indikator sejenis yang memiliki fitur SetPoint.

Semua timbangan tersebut dipakai instansi maupun perorangan untuk transaksi antar pihak, dan karenanya musti ada legislator yang mengatur keabsahannya. Disinilah peran Disperindag melalui Direktorat Metrologi mengatur dan melayani sertifikasi timbangan. Semua timbangan baru wajib di Tera dan semua timbangan yang telah terpasang wajib di Tera Ulang minimal setahun sekali.